Rabu, 28 November 2012

politic-tainment...

Jul 11, '09 4:48 AM
for everyone
saya pernah beberapa kali nonton sebuah tayangan reality show di sebuah stasiun tv swasta. topiknya tentang jebakan yang dibuat untuk mengetahui kesetiaan seseorang terhadap kekasihnya. antara lain cara-cara yang digunakan dengan menyodorkan wanita cantik sebagai penggoda. terus difollow up dengan menyadap pembicaraan melalui telpon untuk membongkar kebuayaan si pasangan yg tidak setia ini.

follow up terhadap set up dilakukan secara terus menerus, dan supaya terlihat lebih seru, penonton diperdengarkan acara telpon2an antara si buaya dengan kekasih resminya tsb. tentu saja tidak semuanya adalah murni kejadian yang spontan. karena belakangan, umum diketahui bahwa banyak acara yang menyandang gelar reality show ternyata sudah di-set up. sudah diatur bahkan sampai ke script. intinya, acara dibuat sedemikian rupa supaya terlihat seru karena masyarakat indonesia memang sekarang sedang suka dengan yang seru-seru model begini

nah ternyata ilmu reality show semacam ini juga diadopsi oleh para elit yang bermain di dunia politik. dan ternyata hasil hibridanya nggak kalah seru dengan program reality show yang tengah menjamur di tanah air itu. entah apa yang mempengaruhi apa. yang jelas faktanya, sepertinya ada usaha untuk menyelaraskan politik dengan tren yang senada dengan selera masyarakat terkini. tanpa perduli lagi dengan batasan kode etik yang semestinya dipertahankan dengan alasan apresiasi terhadap norma yg telah lama dijaga ataupun untuk menjaga wibawa, dengan vulgarnya menjerumuskan diri ke sebuah ranah yang tidak sepantasnya dikecimpungi.

dan akhirnya, persis seperti karakter khas yang dimiliki tayangan2 reality show yang "gak terlalu penting itu", langkah yang diambil guna menyinkronkan langkah politik dengan selera pasar, menjadi serba tidak jelas maksud dan tujuannya. ataukah, jangan-jangan, langkah ini dibuat memang semata berasal dari sebuah spontanitas? hmm, kalaupun demikian, bukankan hal ini mencerminkan sikap ke-kurangdewasa-an? entahlah, setiap orang bisa menilai berdasarkan cara pandang mereka masing-masing

sebagai seseorang yang benar2 sudah muak dengan segala tayangan gak mutu yang malah semakin mengokohkan tahtanya di segala jenis media, saya benar2 tak habis pikir apa perlunya coba seseorang dengan tingkat pendidikan setinggi itu plus jabatan nomor satu, ikut-ikutan menyajikan suguhan acara semodel infotainment?

namun apalah daya...paling top yang bisa saya lakukan ya..cuma curhat di sini. dengan tambahan ngelus-ngelus dada, sambil mbatin: "kok bisa yaaa..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar